You're Here : Home The News 50 Juta Kartu Anggota NU untuk Antisipasi Teroris
50 Juta Kartu Anggota NU untuk Antisipasi Teroris PDF Print E-mail
Administrator
Addthis
Laporan wartawan Tribunnews.com, Racmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang melakukan penataan administrasi keanggotaan dan pengurus NU di seluruh Indonesia dan luar negeri yang mencapai sekitar sekitar 50 juta orang. Penataan yang dilakukan  salah satunya adalah mengantisipasi terorisme didasari alasan,  warga NU berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok tertentu seperti terorisme.

“Kartu tanda anggota (KTA) NU ini sangat bermanfaat bagi warga NU. Juga bagi  bangsa dan negara khususnya dalam mengantisipasi terorisme. Meski, tak satu pun warga NU dan pesantren terlibat dalam gerakan terorisme yang makin ganas saat ini,” ujar Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj pada wartawan dalam acara peluncuran KTA NU di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (1/10/2010) malam.

Dikatakan, warga NU  yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, bahkan di dunia memiliki kekuatan nilai, moral, keunikan serta kekhasan tersendiri yang bila dikelola dengan baik dan benar dapat meningkatkan ukhuwah sesama warga NU.

“Kartu (NU) ini juga  diisi dengan informasi-informasi komprehensif baik untuk tujuan organisasi maupun tujuan peningkatan dan efisiensi warga NU dalam transaksi ekonomi sehari-hari. Dalam membangun masyarakat  mulia, bermartabat dan beradab dalam kerangka baldatun thoyyibatun warabbun ghafur, sesuai dengan akidah Ahlussunah wal jama’ah," ungkap Kang Said said lagi.
Sementara itu, Ketua PBNU H. Marsudi  menjelaskan, KTA NU ini  bekerjasama dengan Uni Emirat Arab dan PT. Vobi Indonesia. Diharapkan dapat direspon secara luas dari warga NU untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Yang jelas KTA NU ini untuk tertib administrasi dengan rapi dari nama, alamat, telepon dan lainnya  yang menunjang kebutuhan warga NU sehari-hari. Pada tahap awal, akan dimulai dari pengurus NU pusat sampai ranting dan kemudian anggota warga NU. Ini wajib dilakukan sebagai amanat Muktamar ke-32 Makassar,”ujar Marsudi seraya menjelaskan KTA berlaku selama satu tahun.


Penulis : rachmat_hidayat
Editor : prawiramaulana